gerabah kasongan nan artistik patut anda miliki sebagai souvenir yogyakarta

berwisata ke yogyakarta jangan lupa ke pantai…..berwisata ke yogyakarta jangan lupa ke tempat makan makan alias wisata kuliner…..berwisata ke jogja jangan lupa ke malioboro….berwisata ke yogyakarta jangan lupa berkunjung ke tempat pendidikannya…..tempat trade mark nya yogyakarta…..berwisata ke yogyakarta jangan lupa beli gerabah kasongan .

Kasongan terletak di jalan bantul dan jadikan geranah indah kasongan sebagai oleh oleh khas yogyakarta. gerabah kasongan memiliki berbagai jenis corak yang memang akan menjadi hiasan yang sangat indah untuk rumah anda, kantor anda,  ataupun untuk tempat usaha anda. jik anda penasaran dengan keindahan gerabah kasongan dan ingin memilikinya silahkan berkunjung ke yogyakarta

Seni geranah kasongan Patung putri Duyung nan mempesona

Kasongan memiliki sejuta pesona gerabah dan propertinya.  Berbagai seni gerabah dari kendi, guci, patung dan hiasan diniding tertata rapi di kasongan yogyakarta. harganya pun sangat terjangkau sehingga sangat layak digunakan sebagai oleh oleh pariwisata khas jogja.

seni patung khas jogja diantaranya patung putri duyung yang menggambarkan mitos laut selatan dimana seorang putri cantik menjadi penguasa laut selatan. patung putri duyung yang dibuat di kasongan terlihat sangt menawan bak putri dari laut selatan.

Jika anda menginginkan patung putri duyung untuk penghias rumah anda, silahkan berkunjung ke yogyakarta tepatnya kasongan kabupaten bantul.  silahkan membawa pulang patung putri duyung dengan harga sekitar 50.000 rupiah.

Patung batu prumpung muntilan, souvenir wisata kretaifitas

PEMBUAT patung batu Prumpung Sidoharjo, Kecamatan Muntilan itu pernah bercerita, beberapa kali ia mimpi bertemu tokoh-tokoh purba yang tak dipahaminya, siapa mereka. Sebagian sosok yang dilihatnya, ternyata kemudian dekat dengan sosok yang dilihatnya pada relief, atau arca di Candi Borobudur, dan candi-candi sekitar Borobudur. Tapi sebagian lagi, tetap jadi misteri yang belum juga dipahaminya.


Dongeng petualangan batinnya itu, dikisahkannya kira-kira 16 tahun silam, di sekitar persiapannya berpameran tahun 1986, bersama 25 perajin dan pengusaha patung batu sedesanya, di Bentara Budaya Yogya (BBY). Doelkamid Djajaprana, kini telah berusia 65 tahun. Dalam kurun waktu 16 tahun terakhir itu, ia belum bercerita lagi apakah ia kembali bertemu dengan sosok-sosok purba di sepanjang “jalan batunya”.

Mana sempat dia bercerita lagi! Ayah 14 anak itu bulan-bulan ini tak mungkin ditemui di rumahnya, karena tengah mesu budi (berkonsentrasi penuh) untuk menyelesaikan pembuatan sebuah Candi Hindu, atas pesanan seseorang dari Jawa Timur

Candi Prambanan – Jawa Tengah

Photobucket CANDI PRAMBANAN merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia, berketinggian 47 meter, dibangun pada abad 9. Letaknya berada 17 km arah timur Yogyakarta di tepi jalan raya menuju Solo. Candi yang utama yaitu Candi Siwa (tengah), Candi Brahma (selatan), Candi Wisnu (utara). Didepannya terletak Candi Wahana (kendaraan) sebagai kendaraan Trimurti; Candi Angkasa adalah kendaraan Brahma (Dewa Penjaga), Candi Nandi (Kerbau) adalah kendaraan Siwa (Dewa Perusak) dan Candi Garuda adalah kendaraan Wisnu (Dewa Pencipta).

Pada dinding pagar langkan candi Siwa dan candi Brahma dipahatkan relief cerita Ramayana , sedangkan pada pagar langkah candi Wisnu dipahatkan relief Krisnayana. masuk candi Siwa dari arah timur belok ke kiri akan anda temukan relief cerita Ramayana tersebut searah jarum jam, relief cerita selanjutnya bersambung di candi Brahma.

Candi Prambanan dikenal kembai saat seorang Belanda bernama C.A.Lons mengunjungi Jawa pada tahun 1733 dan melaporkan tentang adanya reruntuhan candi yang ditumbuhi semak belukar. Usaha pertama kali untuk menyelamatkan Candi Prambanan dilakukan oleh Ijzerman pada tahun 1885 dengan membersihkan bilik-bilik candi dari reruntuhan batu. Pada tahun 1902 baru dimulai pekerjaan pembinaan yang dipimpin oleh Van Erp untuk candi Siwa, candi Wisnu dan candi Brahma. Perhatian terhadap candi Prambanan terus berkembang. Pada tahun 1933 berhasil disusun percobaan Candi Brahma dan Wisnu. Setelah mengalami berbagai hambatan, pada tanggal 23 Desember 1953 candi Siwa selesai dipugar.

Candi Brahma mulai dipugar tahun 1978 dan diresmikan 1987. Candi Wisnu mulai dipugar tahun 1982 dan selesai tahun 1991. Kegiatan pemugaran berikutnya dilakukan terhadap 3 buah candi perwara yang berada di depan candi Siwa, Wisnu dan Brahma besarta 4 candi kelir dan 4 candi disudut / patok.

Kompleks candi Prambanan dibangun oleh Raja-raja Wamca (Dinasty) Sanjaya pada abad ke-9. Candi Prambanan merupakan kompleks percandian dengan candi induk menghadap ke timur, dengan bentuk secara keseluruhan menyerupai gunungan pada wayang kulit setinggi 47 meter. Agama Hindu mengenal Tri Murti yang terdiri dari Dewa Brahma sebagai Sang Pencipta, Dewa Wisnu sebagai Sang Pemelihara, Dewa Shiwa sebagai Sang Perusak. Bilik utama dari candi induk ditempati Dewa Shiwa sebagai Maha Dewa sehingga dapat disimpulkan candi Prambanan merupakan candi Shiwa.

Candi Prambanan atau candi Shiwa ini juga sering disebut sebagai candi Loro Jonggrang berkaitan dengan legenda yang menceritakan tentang seorang dara yang jonggrang atau gadis yang jangkung, putri Prabu Boko, yang membangun kerajaannya diatas bukit di sebelah selatan kompleks candi Prambanan. Bagian tepi candi dibatasi dengan pagar langkan, yang dihiasi dengan relief Ramayana yang dapat dinikmati bilamana kita berperadaksina (berjalan mengelilingi candi dengan pusat cansi selalu di sebelah kanan kita) melalui lorong itu.

Cerita itu berlanjut pada pagar langkan candi Brahma yang terletak di sebelah kiri (sebelah selatan) candi induk. Sedang pada pagar langkan candi Wishnu yang terletak di sebelah kanan (sebelah utara) candi induk, terpahat relief cerita Kresnadipayana yang menggambarkan kisah masa kecil Prabu Kresna sebagai penjelmaan Dewa Wishnu dalam membasmi keangkaramurkaan yang hendak melanda dunia.

Bilik candi induk yang menghadap ke arah utara berisi parung Durga, permaisuri Dewa Shiwa, tetapi umumnya masyarakat menyebutnya sebagai patung Roro Jonggrang, yang menurut legenda, patung batu itu sebelumnya adalah tubuh hidup dari putri cantik itu, yang dikutuk oleh ksatria Bandung Bondowoso, untuk melengkapi kesanggupannya menciptakan seribu buah patung dalam waktu satu malam.

Candi Brahma dan candi Wishnu masing-masing memiliki satu buah bilik yang ditempati oleh patung dewa-dewa yang bersangkutan. Dihadapan ketiga candi dari Dewa Trimurti itu terdapat tiga buah candi yang berisi wahana (kendaraan) ketiga dewa tersebut. Ketiga candi itu kini sudah dipugar dan hanya candi yang ditengah ( di depan candi Shiwa) yang masih berisi patung seekor lembu yang bernama Nandi, kendaraan Dewa Shiwa.

Patung angsa sebagai kendaraan Brahma dan patung garuda sebagai kendaraan Wishnu yang diperkirakan dahulu mengisi bilik-bilik candi yang terletak di hadapan candi kedua dewa itu kini telah dipugar. Keenam candi itu merupakan 2 kelompok yang saling berhadapan, terletak pada sebuah halaman berbentuk bujur sangkar, dengan sisi sepanjang 110 meter. Didalam halaman masih berdiri candi-candi lain, yaitu 2 buah candi pengapit dengan ketinggian 16 meter yang saling berhadapan, yang sebuah berdiri di sebelah utara dan yang lain berdiri di sebelah selatan, 4 buah candi kelir dan 4 buah candi sedut.

Halaman dalam yang dianggap masyarakat Hindu sebagai halaman paling sacral ini, terletak di tengah halaman tengah yang mempunyai sisi 222 meter, dan pada mulanya berisi candi-candi perwara sebanyak 224 buah berderet-deret mengelilingi halaman dalam 3 baris.
<img src="Photobucket

Candi Borobudur – Magelang

Photobucket
Salah satu dari 7 keajaiban dunia di masa silam, Borobudur terletak di dekat kota Magelang. Merupakan candi Hindu-Buddha, Borobudur dibangun pada abad ke-9. Candi ini dipengaruhi oleh arsitektur Gupta di India. Dibangun di bukit yang kurang lebih setinggi 46 meter, Borobudur terdiri dari sekitar 55.000 m3 batu. Desain dari candi ini sendiri menyimbolkan struktur dari alam semesta. Desain Borobudur memengaruhi desain candi di Angkor, Kamboja. Candi Borobudur? ditemukan kembali? pada tahun 1815, di bawah debu vulkanik. Terletak sekitar 41 kilometer dari Yogyakarta, Borobudur merupakan monumen dari masa lalu yang mengagumkan.

Borobudur adalah salah satu monumen kuno yang terbaik yang dilestarikan dari seluruh dunia bahkan merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Monumen ini adalah kuil budha yang terbesar di seluruh dunia dan telah diklaim sebagai hasil budaya manusia yang paling sering dikunjungi lebih dari sejuta wisatawan baik domestik maupun luar negeri sampai saat ini. Gaya arsitek dari candi inipun tidak ada yang menyerupai di seluruh dunia.

Struktur yang terisnpirasi menggambarkan mikro kosmos yang seringkali timbul menjadi suatu pertanyaan, misalnya kapan, dengan cara apa, berapa lama dan oleh siapa cagar alam ini telah dibangun. Jawaban yang tepat sampai saat ini masih meninggalkan misteri karena tidak ada dokumen tertulis sampai saat ini. Berdasarkan prasasti yang ditemukan oleh peneliti, dicatat bahwa Candi Borobudur dibangun antara abad ke delapan ketika Samaratungga – raja dari dinasti Syailendra memerintah di Jawa Tengah.
Photobucket

Arti dari Borobudur masih tidak jelas. Borobudur merupakan gabungan dari kata Bara dan Budur. Bara dari bahasa Sansekerta berarti kompleks candi atau biara. Sedangakan Budur mengingatkan kita dengan kata yang berasal dari Bali Beduhur yang berarti di atas. Dengan kata lain, Borobudur berarti Biara di atas bukit.

Borobudur penuh dengan ornamen filosofis dimana menyimbolkan secara gamblang tentang kesatuan dari perbedaan jalur yang dapat diikuti untuk mencapai tujuan hidup yang paling pokok.Relif yang terukir di dinding candi memberitahukan keindahan dalam mempelajari hidup. Dengan kata lain, Borobudur memiliki jiwa seni, filosofis dan budaya.
Cara Mencapai Daerah Ini

Dengan menggunakan mobil, hanya akan memakan waktu sekitar 1 jam dari Yogyakarta untuk sampai ke monumen bersejarah ini. Anda dapat mengikuti tur atau menyewa mobil.

Tempat Menginap

Penginapan dan hotel di Yogyakarta.

Berkeliling

Dengan berjalan kaki. Anda dapat menaiki candi menakjubkan ini dan mengagumi setiap relief di batu yang berada di sekitar Anda.

Tempat Bersantap

Anda dapat membawa bekal atau membelinya di sekitar candi.

Buah Tangan

Apabila Anda ingin berkonsentrasi menikmati indahnya Borobudur, Anda dapat membeli berbagai suvenirnya di Yogyakarta. Miniatur Borobudur dari perak (atau berlapis perak), gantungan kunci, dapat mengingatkan Anda pada kenangan di candi ini. Kaos oblong dan kartu pos bergambarkan Borobudur juga menarik untuk dikoleksi.

Yang Dapat Anda Lihat Atau Lakukan

Nikmatilah pemandangan mengagumkan di candi ini. Untuk lebih mengerti tentang makna candi ini sendiri, Anda dapat mengikuti tur atau menyewa pemandu berlisensi untuk membimbing Anda. Dengan menaiki Borobudur sampai ke puncaknya, Anda akan melihat batu datar tanpa hiasan apa-apa? menyimbolkan ketidakadaan sebagai suatu kesempurnaan. Ada semacam takhayul yang mengatakan apabila Anda menaiki candi ini dengan satu permintaan tertentu, cobalah menyentuh figur sang Buddha di dalam stupa. Apabila berhasil, keinginan Anda akan terkabul.

Setiap relief memiliki ceritanya masing-masing. Anda mungkin tertarik untuk memerhatikannya dengan lebih saksama.

MUSEUM PANGERAN DIPONEGORO – Magelang

Museum Pangeran Diponegoro terletak di dalam kompleks bekas rumah Residen Kedu Jalan Pangeran Diponegoro No. 1 Magelang. Di dalam gedung ini pada salah satu ruangnya pada hari Minggu tanggal 28 Maret 1830 dilaksanakan perundingan bersejarah antara Pangeran Diponegoro dan Jenderal De Koock mewakili pemerintah Belanda, disaksikan oleh Residen Kedu Major Ajudan De Strure, Letkol Roest dan Kapten Roes sebagai juru bahasa. Perundingan tersebut tidak mencapai kata sepakat. Menurut perjanjian semula, Pangeran Diponegoro mestinya bebas untuk pulang tetapi De Koock berlaku curang dengan memberi isyarat untuk memasukkan pasukan ke ruang perundingan dan menangkap Pangeran Diponegoro.

Dengan tertangkapnya Pangeran Diponegoro maka berakhirlah perang heroik yang telah berlangsung lima tahun sejak tahun 1925. Pangeran Diponegoro beserta istri dan keluarganya langsung dibawa ke Batavia pada tanggal 8 April 1830. Mereka diberangkatkan ke Menado pada tanggal 3 Mei 1830 dan ditempatkan di benteng Amsterdam.

Pada tanggal 12 Juni 1830 Pangeran Diponegoro dipindahkan ke Makasar dan ditempatkan di benteng Rotterdam. Beliau berada di pengasingan selama 25 tahun hingga wafat pada tanggal 8 Januari 1855 dan dimakamkan di luar benteng di kampung Melayu, bagian utara kota Makasar.

Untuk mengenang perjuangan Pangeran Diponegoro, maka kamar tempat Pangeran Diponegoro dijebak oleh Belanda dijadikan Kamar Pengabdian Pangeran Diponegoro dengan koleksinya antara lain kursi dan meja tempat perundingan, jubah yang dipakai pada saat berunding dengan Belanda, kitab Takhrib, bale-bale yang pernah dipakai Pangeran Diponegoro sholat pada saat beliau di Brangkal (Gombong), peralatan minum dan beberapa lukisan.

Museum purbakala Sangiran

Sangiran adalah sebuah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Area ini memiliki luas 48 km² dan terletak di Jawa Tengah, 15 kilometer sebelah utara Surakarta di lembah Sungai Bengawan Solo dan terletak di kaki gunung Lawu. Secara administratif Sangiran terletak di kabupaten Sragen dan kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya. Pada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Tahun 1934 antropolog Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald memulai penelitian di area tersebut. Pada tahun-tahun berikutnya, hasil penggalian menemukan fosil dari nenek moyang manusia pertama, Pithecanthropus erectus (“Manusia Jawa”). Ada sekitar 60 lebih fosil lainnya di antaranya fosil Meganthropus palaeojavanicus telah ditemukan di situs tersebut. Di museum Sangiran yang terletak di wilayah ini juga dipaparkan sejarah manusia purba sejak sekitar 2 juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu, yaitu dari kala Pliosen akhir hingga akhir Pleistosen tengah. Di museum ini terdapat 13.086 koleksi fosil manusia purba dan merupakan situs manusia purba berdiri tegak yang terlengkap di Asia. Selain itu juga dapat ditemukan fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut serta alat-alat batu. Pada awalnya penelitian Sangiran adalah sebuah kubah yang dinamakan Kubah Sangiran. Puncak kubah ini kemudian terbuka melalui proses erosi sehingga membentuk depresi. Pada depresi itulah dapat ditemukan lapisan tanah yang mengandung informasi tentang kehidupan di masa lampau.